Layanan SMS paling banyak dipakai di Indonesia karena selain murah dan juga mudah yang hanya mengetikkan pesan di hape dan dikirimkan ke teman atau kerabat yang lain.
Harga SMS sekarang sangat murah meriah, bahkan beberapa operator menggratiskan sms 50,100 bahkan 1000 perhari dengan ketentuan tertentu, sehingga konsumen lah yang diuntungkan dengan perang tarif tersebut begitupun dengan layanan sms Esia yang konsisten 1 Rupiah per karakter sehingga kita bisa lebih kreatif dalam memilih dan menyingkat kata-kata di sms.
Tetapi beberapa hari ini ada berita yang tidak enak di dengar Hanya Telkomsel yang menginginkan jasa pengiriman SMS lintas operator menggunakan skema penagihan biaya berbasis interkoneksi (cost based). Sedangkan operator lain kebanyakan berkata tidak. dikutip dari Detikinet, yang selama ini yang mendapatkan cost (uang) yang mengirim sms saja sedangkan yang menerima tidak, dan yang di inginkan Telkomsel yang menerima SMS juga mendapatkan cost dengan skema Interkoneksi.
Sungguh terlalu Telkomsel mentang-mentang Pelanggannya paling banyak ingin mengKAPITALkan biaya SMS, sehingga bila sistem ini diterapkan yang ruginya juga konsumen, akan berakibat operator lain akan menyesuaikan biaya per sms dan kemungkinan besar SMS akan semakin mahal, contoh saja esia yang menerapkan SMS 1 Rupiah per karakter akan tidak berlaku lagi.
Mari kita satukan SUARA, TOLAK SMS MAHAL… biar kita bisa selalu sms-an,
hehehehe bagi yang ingin berpartisipasi dan berbagi silahkan gabung di grup fb disini
Catatan Suara Jeritan Suara Hati
Tahun 2010 di Indonesia terdapat 246 Pilkada tingkat kabupaten / kota dan 7 pilkada gubernur. Untuk itu kami menawarkan kerjasama untuk marketing didaerah masing untuk produk software pilkada yaitu :